XL investasikan Rp1 triliun bangun BTS di Kalimantan


BALIKPAPAN: PT XL Axiata Tbk menanamkan investasi sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan base transmitter system di Kalimantan seiring rencana perusahaan meningkatkan jumlah pelanggan menjadi dua kali lipat pada 2012.

Regional Sales Operational Manager Kalimantan 2 XL Axiata Herry Aji Purwanto mengatakan pihaknya akan menambah jumlah Base Transmitter System (BTS) di seluruh Kalimantan dari 900 buah menjadi 1.500 buah hingga akhir tahun.

“Pertumbuhan BTS ini akan menambah luas jangkauan yang akan mendukung realisasi pertumbuhan pelanggan,” ujarnya kepada Bisnis, Senin 16 Januari.

Saat ini, jumlah pelanggan XL untuk wilayah North yakni Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua mencapai 2,3 juta orang. Herry mengharapkan jumlah pelanggan di wilayah tersebut bisa meningkat menjadi 4,6 juta pelanggan.

Penambahan jumlah BTS tersebut juga akan diikuti oleh penambahan jaringan node B (3G) pada area yang belum mendapatkan layanan tersebut. Penambahan jaringan node B tersebut akan mendukung pertumbuhan pelanggan dari sektor layanan data.

Area Manager XL Axiata Balikpapan Iwan Setiyawan mengatakan pembangunan jaringan 3G di Balikpapan diharapakan bisa selesai pada tahun ini. “Sehingga seluruh wilayah Balikpapan sudah ter-cover layanan 3G.”

Saat ini, tambah Iwan, baru 12 titik node B yang terpasang di Balikpapan dari jumlah keseluruhan mencapai 120 BTS. Target pembangunan node B tersebut akan dikompilasikan bersama dengan BTS 2G sehingga pihaknya tidak harus menambah menara telekomunikasi baru.

Sementara itu, Herry mengakui jumlah pelanggan layanan data menguasai hampir 90% dari total pelanggan di wilayah North. Peningkatan kualitas layanan akan membantu peningkatan jumlah pelanggan karena mendapatkan jaringan yang lebih baik.

Selain itu, pihaknya juga menggenjot jumlah pelanggan Blackberry yang masih cukup populer di Indonesia kendati ada ancaman mengenai penutupan layanan internetnya oleh pemerintah. Herry mengatakan harga yang bersaing bagi layanan internet Blackberry akan membantu memacu pertumbuhan pelanggan handheld tersebut.

Dia memperkirakan pertumbuhan pelanggan mobile data service bisa meningkat 200% pada 2012 karena adanya peningkatan penetrasi perangkat oleh produsen. Herry mengakui penyebaran handheld dengan harga yang terjangkau akan menjadi pendorong pertumbuhan mobile data service di Indonesia.